Dari blog-blog saya sebelumnya, kita bisa melihat apakah diri kita atau keluarga kita, saudara, atau anak kita sendiri mungkin mengalami gangguan pertumbuhan, atau bahkan perawakan pendek. Nah, kalau kita curiga adanya masalah ini, apa yang harus kita lakukan kemudian? Apa yang harus saya periksakan? Apa saja tindakan yang bisa kita lakukan? Simak selengkapnya di artikel ini.

A. Pemeriksaan yang perlu Anda lakukan

Seperti pada artikel saya “Berapa potensi tinggi badanku?” saya telah meletakkan beberapa grafik kurva tinggi badan normal. Gunakan kurva tinggi badan ini sebagai penyaring (screening) untuk melihat apakah memang ada gangguan pertumbuhan pada orang yang kita curigai memiliki perawakan pendek. Kurva standar tersebut adalah kurva dari CDC. Namun demikian, kalau Anda memiliki kurva WHO ataupun kurva KMS (Kartu Menuju Sehat) yang dipakai di posyandu, ya nggak masalah. Semua bisa dipakai, asal kuncinya adalah pemeriksaan dilakukan dengan tepat dan teratur. Karena toh tujuannya adalah mendeteksi masalah sedini mungkin.

Pemeriksaan usia tulang (Bone Age) dapat dilakukan di rumah sakit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melakukan rontgent di tulang tangan kiri, kemudian dilakukan evaluasi apakah usia tulang tersebut sesuai dengan usia biologis sang anak, serta dilakukan penghitungan prediksi tinggi akhir anak.

Pemeriksaan medis lainnya juga mungkin diperlukan untuk melihat apakah terdapat masalah ataupun penyakit-penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan. Pemeriksaan darah lengkap, cadangan zat besi (ferritin), fungsi hati dan ginjal, serta mantoux test (untuk memeriksa kemungkinan infeksi TB), bisa jadi diperlukan. Hal ini disebabkan beberapa penyakit kronis terbukti dapat mengganggu pertumbuhan anak. Pada kasus jarang, hormon pertumbuhan juga dapat terganggu dan tidak terdeteksi hingga dilakukan pemeriksaan Growth Hormon (GH), IGF1, ataupun hormon tiroid.

Khusus untuk anak perempuan, selain berbagai pemeriksaan tersebut, perlu juga dilakukan analisa kromosom untuk mencari kemungkinan adanya Sindrom Turner. Sindrom Turner sering menyebabkan perawakan pendek pada anak perempuan, dan dapat terjadi pada satu dari 2000 kelahiran normal bayi perempuan! Kasus Sindrom Turner ini seringkali tidak terdeteksi sehingga baru diperiksakan pada saat sudah terjadi “delayed puberty” (kedatangan masa puber yang terlambat) atau pada kasus dimana anak tersebut sulit mendapatkan keturunan setelah menikah dan berkeluarga.

B. Tindakan yang dapat Anda ambil

Jika salah satu anggota keluarga kita memang terbukti memiliki perawakan pendek berdasarkan kurva tersebut, kita harus mencari tahu penyebabnya. Sebagian kasus cukup dipantau secara berkala saja, namun beberapa kasus dengan penyebab yang jelas seharusnya segera diterapi, misalnya dengan pemberian hormon pertumbuhan (pada kasus perawakan pendek idiopatik dan kekurangan hormon pertumbuhan), atau pada mereka yang mengalami PJT (pertumbuhan janin terganggu) dan tidak mengalami kejar tumbuh (catch up growth) hingga mencapai potensi genetiknya setelah usia 4 tahun. Atasi penyakit kronis yang mendasarinya perlu dilakukan pada kasus-kasus penyakit kronis. Sedangkan untuk mereka yang mengalami CDGP, pemberian hormon testosterone atau oksandrolon mungkin perlu diberikan untuk mempercepat terjadinya pubertas.

Nah, semua itu kan tugasnya dokter? Jadi apa yang bisa saya lakukan, dong?

Hal terpenting yang perlu dilakukan oleh setiap orang tua adalah bagaimana kita bisa mendeteksi secara dini berbagai potensi kelainan yang dimiliki anak kita. Lakukan hal-hal simpel seperti pengukuran berkala panjang/tinggi dan berat badan. Berapa sering kita harus melakukannya? Sesering mungkin! Sebagai panduan minimal berikut saya berikan panduannya: 1 – 1 ; 3 – 3 ; 6.

1 – 1 ; 3 – 3 ; 6. Apa maksudnya?

Ukur setiap 1 bulan untuk bayi hingga berusia 1 tahun.

Ukur setiap 3 bulan hingga anak berusia 3 tahun.

Ukur setiap 6 – 12 bulan untuk anak yang lebih besar.

Konsultasikan pada ahlinya segera bila terdapat gangguan pertumbuhan.

Diagnosis yang terlambat dan keterlambatan penanganan akan membuat anak Anda gagal mencapai tinggi potensial genetiknya dan dihantui oleh sindiran ‘pendek’ seumur hidupnya!

 

Kontributor:

 

dr Kristoforus HD

Seorang dokter penyakit dalam dan sekaligus ahli vaksinologi dan terapi alternatif dengan TCM. Direktur sekaligus pendiri dari In Harmony Clinic – sebuah klinik Medis, Alternatif, dan Preventif, yang berfokus pada Pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan suplemen-suplemen herbal yang bersertifikat dan telah teruji.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit