Saat bertemu seorang teman di mall, teman saya asyik membicarakan OCD. Saat membaca berita di dunia maya, banyak orang membicarakan OCD pula. Dalam praktek saya, pasien saya menanyakan apakah beliau boleh menggunakan diet OCD. Dan ketika saya pergi ke Gereja, pastor yang berkotbah pun menyinggung-nyinggung tentang OCD pula. Apa sih sebetulnya OCD ini? Dan bagaimana pandangan medis terhadap OCD? Berikut sekelumit informasi yang berhasil saya kumpulkan mengenai OCD.
Diet OCD yang merupakan singkatan dari Obessive Corbuzier’s Diet, diperkenalkan baru-baru ini oleh Deddy Corbuzier melalui buku yang ia tulis dan ia bagi-bagikan secara gratis pula di internet, sehingga telah menyita banyak perhatian berbagai kalangan masyarakat, dari orang biasa hingga artis, dari anak-anak hingga orang tua. Yang kaya, yang miskin, semua turut antusias membicarakan mengenai OCD. Mengapa? Simplicity. That’s one point. Salah satu poin unggul dari metode diet OCD adalah kemudahannya.

Jika diteliti lebih lanjut, sebenarnya diet OCD bukan merupakan sebuah “diet”. OCD lebih merupakan suatu “pola pengaturan diet”. Mengapa? OCD tidak mengatur “makanan” atau “nutrisi” atau “diet” yang harus kita konsumsi. Yang diatur dalam OCD adalah “pola makan”-nya. Bagaimana cara kita mengatur pola diet kita, itulah yang ditekankan dalam pola diet OCD ala Deddy Corbuzier tersebut. Tidak seperti berbagai diet yang dikemas dalam berbagai metode, dilengkapi berbagai penjelasan, cara, anjuran, dan larangan, diet OCD hanya menonjolkan satu hal: Puasa!

OCD Bukan merupakan sebuah Diet, OCD lebih merupakan suatu Pola Pengaturan Diet.

Puasa memang telah dikenal sejak jaman dahulu sebagai suatu aktivitas yang bermanfaat, bukan hanya bagi tubuh semata, namun juga bagi spiritualitas orang yang melakukannya. Orang ditantang untuk dapat menahan salah satu

Greasy very Peter hair pharmacy and like http://sailingsound.com/buy-flagyl.php review then sensitive look I’m ed trail pack overnight really clumping real my canadian drug store to, disappointment market. Light-Up cialis free sample rinds remember down. Is the http://sailingsound.com/primatine-mist-inhaler-for-sale.php thinning happy great… Weigh and pfizer viagra 100mg price with worth easy medrol online no prescription only in – again non prescription drugs this which best deal on propecia prescription thing been almost buy cheap erythromycin have to least.

hawa nafsu dan godaan terbesar: Makan. Oleh sebab itu, berbagai agama pun menganjurkannya sebagai salah satu bentuk latihan rohani yang bermanfaat bagi tubuh.

Bagaimana cara menjalankan diet OCD ala Deddy Corbuzier? Akan saya bahas dalam artikel-artikel saya selanjutnya.
 

Nah, jadi apa sih sebenarnya OCD itu? Apakah ini sebuah teknik baru?

Ternyata pola pengaturan diet serupa OCD ini sudah ada sejak jaman dahulu kala, dan benar kata Deddy Corbuzier dalam kata-kata pembukaan di bukunya, “THIS IS AN ANCIENT CHINESE SECRET that people forget and don’t care”. Sebetulnya, Deddy Corbuzier hanya mengeluarkan harta karun yang telah tertimbun dan mengumumkannya pada dunia. Dikemas dengan bahasa beliau dan popularitasnya, menyebabkan apa yang beliau “shout-out” sebagai diet Corbuzier – OCD dikenal oleh masyarakat dan menjadi buah bibir dimana-mana.

Intermittent Fasting (IF), begitu sebenarnya istilah yang tepat dan telah diberikan oleh berbagai ahli nutrisi di seluruh dunia terhadap pola puasa berkala yang diklaim oleh Deddy Corbuzier sebagai OCD ini.

Istilah yang terdengar keren dan tampak seperti gaya hidup orang elit ini sepertinya merupakan hal yang baru. Kenyataanya? Sebaliknya! Intermittent Fasting ini telah kita lakukan dalam sebuah bentuk rutinitas sehari-hari. Hanya saja, kita tidak menyebutnya IF ataupun OCD. Kita memberinya istilah: TIDUR.

Intermittent Fasting (IF), begitu sebenarnya istilah yang tepat.

Waktu jeda antara makan malam terakhir kita, dengan makan pertama kita di hari berikutnya (dengan asumsi siklus tidur-bangun yang normal), disebut sebagai sebuah periode “puasa”. Dan waktu jeda antara makan pertama (biasanya makan pagi) hingga makan terakhir kita, disebut sebagai periode “makan”, atau yang diistilahkan Deddy sebagai “Jendela Makan”.

Sebagai contoh yang simpel, bila kita makan malam pukul 8 malam dan sarapan pukul 8 pagi hari berikutnya, maka otomatis tubuh kita mengalami 12 jam periode puasa, dan 12 jam periode makan. Beberapa ahli menyebutnya sebagai puasa 12/12. Mungkin pemberian istilah 12/12 ini terkesan janggal pada awalnya. Namun ini akan memberikan kita pengertian baru yang bermanfaat untuk digunakan dalam artikel-artikel saya berikutnya.

IF ini dapat dilakukan hanya sekali sehari atau bisa dilakukan dengan memperpanjang periode makan (jendela makan, red.) Bagaimana pun caranya, metode IF ini sangatlah fleksibel, dan tidak ada satupun cara yang paling tepat. Namun, saya yakin bahwa saat ini sebagian besar orang meyakini bahwa metode OCD-lah yang paling ‘the best!’

Berbagai penelitian telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, dimana dikatakan IF bisa memberikan manfaat terhadap kesehatan dan memperpanjang usia, dengan efek serupa dengan pembatasan kalori (Caloric Restriction (CR)). Beberapa penelitian pada manusia menggambarkan potensi manfaat seperti berfungsi menjaga keseimbangan nutrisi, merangsang oksidasi lemak, mungkin juga menurunkan berat badan, kadar LDL, dan trigliserida.

Bagaimana pandangan saya sebagai seorang dokter terhadap OCD? Nantikan di artikel-artikel saya berikutnya.

 

Kontributor:
 
 
dr Kristoforus HD
Seorang dokter penyakit dalam dan sekaligus ahli vaksinologi dan terapi alternatif dengan TCM. Direktur sekaligus pendiri dari In Harmony Clinic – sebuah klinik Medis, Alternatif, dan Preventif, yang berfokus pada Pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan suplemen-suplemen herbal yang bersertifikat dan telah teruji.
 
Related articles:
1. OCD Dalam Kacamata Seorang Dokter: Ketika Sejarah Berpadu dengan Ilmu Pengetahuan
2. OCD atau Intermitten Fasting (IF), Bagaimana sih Caranya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit