Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD), yang merupakan modifikasi dari Intermittent fasting (IF) sebenarnya merupakan suatu pola diet berselang-seling antara periode puasa (yang berarti hanya konsumsi air dan minuman rendah kalori seperti kopi hitam) dan periode tidak puasa. Diet ini dipopulerkan oleh berbagai kalangan dari orang awam hingga kalangan artis, hingga menyebabkan banyaknya isu-isu dan pertanyaan mengenai OCD/IF ini. Nah, bagaimana pandangan saya sebagai seorang dokter terhadap pola diet ini?

OCD bukanlah hal baru. Manusia di seluruh dunia telah melakukan berbagai ragam puasa sejak jaman dahulu kala, entah itu pada malam hari, pada saat terjadi bencana dan kekurangan bahan pangan, atau untuk alasan agama. Yang menjadikannya hal baru adalah munculnya berbagai penelitian-penelitian klinis mengenai manfaat IF (yang kita sebut OCD ini) terhadap kesehatan dan panjang umur. Hingga saat ini, walaupun sebagian besar penelitian dilakukan pada hewan, IF mulai diteliti secara ekstensif di dunia medis. Berbagai data menunjukkan, bila IF dilakukan secara tepat, dapat membantu memperpanjang usia, mengatur gula darah, mengontrol lemak darah, menjaga berat badan, menambah atau mempertahankan massa otot, dan masih banyak lagi.

OCD bukanlah hal baru. Manusia di seluruh dunia telah melakukannya sejak jaman dahulu kala.

Berbagai manfaat yang didengung-dengungkan mengenai IF (OCD) ini tampaknya mengarah pada “tampil menawan”, “rasa nyaman”, dan “panjang umur”. Beberapa yang telah diklaim orang adalah:

Menurunkan

  • Tekanan darah (disinyalir akibat perubahan aktivitas saraf simpatik/parasimpatik)
  • Lemak darah (termasuk penurunan trigliserida dan LDL)
  • Petanda inflamasi/radang (termasuk CRP, TNF, IL-6)
  • Stress oksidatif (menggunakan marker protein, lipid, dan kerusakan DNA)
  • Risiko kanker (melalui berbagai mekanisme)

Meningkatkan

  • Kecepatan metabolism saat puasa (distimulasi oleh pelepasan hormon adrenalin dan noradrenalin)
  • Pelepasan hormon pertumbuhan di akhir puasa (dimediasi hormon)
  • Pembakaran lemak (peningkatan oksidasi asam lemak di akhir puasa)
  • Perputaran siklus hidup sel dan reparasi sel

Perbaikan

  • Neurogenesis dan plastisitas neuron (memberi proteksi terhadap neurotoksin)
  • Efektivitas kemoterapi (mengijinkan dosis lebih tinggi dan frekuensi lebih sering)
  • Fungsi kardiovaskuler (memberikan proteksi terhadap kerusakan jantung iskemik)
  • Kontrol gula darah (menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin)
  • Kendali nafsu makan (mungkin akibat perubahan di PPY dan ghrelin)

Dengan berbagai daftar manfaat ini, IF tampaknya merupakan obat yang manjur untuk segala penyakit. Jadi, kenapa semua orang nggak melakukannya saja?

Nah, seperti sudah saya katakan, sebenarnya semua orang sudah melakukannya! Sebagian besar orang berpuasa 12 jam sehari… kecuali kalau kamu bangun hingga tengah malam dan membuka isi kulkas kemudian menghabiskannya, maka kamu akan kehilangan manfaat dari IF! Hanya saja kamu tidak menyadarinya…

Sayangnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat-manfaat tersebut baru dapat dirasakan setelah periode puasa lebih panjang, sekitar 20 – 24 jam, tergantung tingkat aktivitasmu. Sebagai contoh, kalau kamu memiliki gaya hidup sedenter (kurang gerak) selama berpuasa, kamu baru bisa merasakan manfaat-manfaat tersebut setelah berpuasa 20 – 24 jam penuh tanpa makan. Tetapi, jika gaya hidupmu sangat aktif, atau kamu banyak berolahraga selama masa puasa, kamu bahkan dapat merasakan manfaatnya hanya dengan 16 – 20 jam puasa! Luarbiasa bukan?

Hal ini menunjukkan satu poin penting:

Saya tetap merekomendasikan olahraga karena kombinasi keduanya meningkatkan manfaat dari keduanya.

Saya tetap merekomendasikan olahraga, walaupun kamu telah menjalankan program diet OCD (IF) dengan ketat. Walaupun olahraga dan IF memiliki manfaat yang serupa, banyak penelitian menunjukkan bahwa dampak kombinasi keduanya terhadap keseimbangan energi tubuh dan adaptasi selular akan meningkatkan manfaat dari keduanya. Namun demikian, penelitian di bidang ini memang belumlah selesai, jadi kita masih mengharapkan lebih banyak informasi dan revisi di kemudian hari.

Kontributor:
 
 
dr Kristoforus HD
Seorang dokter penyakit dalam dan sekaligus ahli vaksinologi dan terapi alternatif dengan TCM. Direktur sekaligus pendiri dari In Harmony Clinic – sebuah klinik Medis, Alternatif, dan Preventif, yang berfokus pada Pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan suplemen-suplemen herbal yang bersertifikat dan telah teruji.
 
Related articles:
1. Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD) – Apa benar sebuah DIET?
2. OCD atau Intermitten Fasting (IF), Bagaimana sih Caranya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit