Banyak anak yang minder dengan perawakannya yang pendek. Demikian pula orang tua pun banyak yang menjadi panik dengan keterlambatan pertumbuhan anaknya, atau bisa jadi panik dengan sikap anaknya yang tampak stress dan minder dengan pertumbuhan tinggi badan mereka. Mereka mencari informasi dan pertolongan pada para dokter spesialis anak atau Klinik Tumbuh Kembang. Mau tahu apa saja penyakit ataupun kondisi medis yang menyebabkan pertumbuhan tinggi badanmu terhambat? Simak apa kata pakarnya disini.

Dr. Aman memaparkan, terdapat berbagai keadaan baik ini merupakan kondisi medis maupun penyakit yang berhubungan dengan perawakan pendek. Beerapa hal yang sering kita temukan diantaranya adalah:

1.   Perawakan pendek turunan

Perawakan pendek akibat keturunan ini adalah masalah yang paling sering kita jumpai. Ditandai dengan adanya kondisi perawakan yang pendek pada orang tua. Disini kecepatan tumbuh anak tersebut tidak terganggu dan bahkan sesuai untuk umurnya (normal), namun memang tinggi badan anak berada di bawah kurva rata-rata untuk seusianya. Di kemudian hari setelah ia dewasa, biasanya anak akan tetap pendek.

2. Constitutional Delay Growth in Puberty (CDGP)

Ini merupakan kasus keterlambatan pertumbuhan anak sebelum usia puber. Sering terjadi pada anak laki-laki, dimana anak akan tampak pendek sebelum usia puber. Perkembangan pubertasnya juga akan terlihat lebih lambat bila dibandingkan teman sebayanya. Namun, kamu yang mengalami kondisi ini tidak perlu terlalu khawatir, karena tinggi badan akhirmu akan mencapai batas normal kembali.

3. Penyakit kronis

Penyakit kronis pada anak-anak, seperti penyakit jantung, kelainan ginjal, paru-paru, ataupun kelainan darah, dan berbagai penyakit kronis lainnya akan mengganggu pertumbuhan dengan berbagai mekanismenya. Biasanya diawali dengan keterlambatan pertambahan berat badan, baru kemudian diikuti tinggi badan yang terhambat. Keberadaan penyakit-penyakit kronis ini tentunya menghabiskan berbagai sumber daya yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bertumbuh.

4. Pertumbuhan Janin Terganggu (PJT)

Seorang ibu hamil yang mengalami suatu penyakit atau kondisi tertentu berisiko mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada janin yang dikandungnya. Anak tersebut dikatakan mengalami PJT bila berat badan saat lahirnya tidak sebanding dengan usia kehamilan ibu. Anak tersebut berpotensi mengalami berbagai kelainan bawaan, dan salah satunya adalah perawakan pendek. Anak dengan PJT perlu dipantau secara intensif untuk mengejar ketinggalan pertumbuhannya. Kejar tumbuh yang terjadi pada anak PJT sebagian besar (40%) terjadi pada usia sebelum 6 bulan, 25% sebelum usia 3 tahun, dan 15% gagal mengalami kejar tumbuh.

5. Kurangnya Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone Deficiency)

Mereka yang mengalami kekurangan hormon pertumbuhan akan kecepatan pertumbuhannya akan terhambat. Gangguan ini akan mulai terlihat setelah bayi berumur 6 bulan. Sayangnya orang tua seringkali terlambat menyadarinya, hingga sang anak berusia 3 tahun, saat ia menyadari adanya perbedaan tinggi badan yang mencolok dengan anak sebayanya.

Gejala-gejala dari defisiensi hormon pertumbuhan adalah wajah tampak lebih muda dari usianya dan montok dengan suara yang melengking, perawakan pendek, tampak gemuk proporsional, gigi yang terlambat tumbuh, dahi yang menonjol, gigi sulung yang terlambat tanggal, dan disertai mikropenis (penis kecil) pada anak laki-laki.

6.   Perawakan pendek yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik)

Perawakan pendek baru dikatakan idiopatik apabila semua penyebab perawakan pendek lain sudah disingkirkan dan tidak juga ditemukan penyebabnya.

* dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K) adalah seorang konsultan Endokrinologi Anak dan staf pengajar di FKUI-RSCM. Beliau juga berpraktik di RS Pondok Indah dan Klinik Anakku Cinere.

Kontributor:

dr Kristoforus HD

Seorang dokter penyakit dalam dan sekaligus ahli vaksinologi dan terapi alternatif dengan TCM. Direktur sekaligus pendiri dari In Harmony Clinic – sebuah klinik Medis, Alternatif, dan Preventif, yang berfokus pada Pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan suplemen-suplemen herbal yang bersertifikat dan telah teruji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit