Pernah nggak pergi ke dokter?

Pernah nggak ngantri di poliklinik?

Atau bahkan pernah dirawat di rumah sakit?

Pernah mengalami ketidakpuasan dengan penjelasan dokter?

Atau bahkan pernah dikecewakan oleh pelayanan petugas medis?

Kesal dengan layanan atau rumitnya birokrasi di rumah sakit?

 

Beberapa dari hal yang saya sebutkan di atas mungkin adalah bagian dari pengalaman hidup dalam mencari “Kesehatan” atau bahkan makanan sehari-hari bagi teman-teman kita yang mengalami penyakit kronis dalam petualangan mereka mencari “Kesembuhan”.

Hal ini juga dirasakan oleh pasien-pasien saya setiap kali mereka harus berobat atau kontrol ke dokter. Berbagai hal mereka keluhkan terhadap kondisi pelayanan medis di Indonesia. Hal ini pulalah yang memicu banyak orang untuk “Lari” dari dunia “Medis” dan mencari berbagai “Alternatif atau Herbal” yang katanya “Terjangkau” dan bahkan menjanjikan “Hasil yang lebih baik”. Lha, mau bagaimana lagi, kalau hasrat mencapai hak asasi atas kesehatan tidak dapat dipenuhi oleh mereka yang dipercaya sebagai “guru-guru kesehatan” kita… Kan katanya manusia hidup harus “berusaha”?

Boleh dicek… Seberapa sering keluarga kita membeli berbagai buku kesehatan, mengikuti seminar kesehatan, membuka blog kesehatan, dan bahkan berkonsultasi dengan berbagai ahli kesehatan untuk mendapatkan barang mahal yang bernama “Kesehatan”?

Kalau mau jujur… bahkan, seberapa sering kita mendengar tentang pengobatan alternatif? Seberapa sering kita mencari obat Herbal atau mendengar kata “Orang Pinter”? Seberapa sering kita mendengar saudara atau teman-teman kita pergi ke “Pak Haji” atau “Mbah X” atau bahkan “Klinik Tong-tong-an”?

Anyway, saya tidak menyalahkan Anda, dan tidak mau pula menyalahkan diri saya sendiri, atau bahkan orang lain. Lha itu semua kan hak mereka? Betul gak? Saya sebagai seorang dokter, pun berpijak di dua dunia. Saya mendalami Ilmu Penyakit Dalam. Namun, saya juga mempelajari pengobatan Herbal dengan TCM (Traditional Chinese Medicine), yang beken disebut sebagai “Obat Cina”.Saya termasuk orang berhaluan moderat. Artinya, saya tidak fanatik ekstrim memuja kehebatan pengobatan Barat, dan saya pun tidak ingin menjadi ekstrimist pencinta tradisi budaya Timur…. Namun, menurut saya:

“Segalanya akan menjadi Baik, bila diawali dengan NIAT yang BAIK, dikerjakan dengan CARA yang BAIK, dan diselesaikan hingga tercapai TUJUAN yang BAIK pula.”

Akhir kata, saya hanya ingin mengajak teman-teman sekalian untuk bisa berpikir secara lebih kritis dalam memilih metode yang TERBAIK sebagai INVESTASI masa depan Anda dalam tubuh Anda sendiri, dengan metode KFC:

  • KENALI apa yang terjadi dalam dirimu (KNOW)
  • CARI TAHU apa sajakah pilihanmu, apa saja dampaknya terhadap diri Anda sendiri saat ini dan di kemudian hari, efek samping, hasil akhir, biaya yang harus Anda tanggung, kesanggupan finansial Anda dan keluarga, penelitian, testimony dan pengalaman orang lain, dll (FIND OUT)
  • PILIH metode TERBAIK, efek MINIMAL, dengan budget TERJANGKAU, yang Anda YAKINI, dan Lakukan SEPENUH HATI (CHOOSE THE BEST)

Jangan terkecoh dengan IKLAN! Sehatkan diri Anda dan beriklanlah bagaimana caranya Anda bisa sehat!

Kontributor:

dr Kristoforus HD

Seorang dokter penyakit dalam dan sekaligus ahli vaksinologi dan terapi herbal/alternatif dengan TCM. Direktur sekaligus pendiri dari In Harmony Clinic – sebuah klinik Medis, Alternatif, dan Preventif, yang berfokus pada Pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan suplemen-suplemen herbal yang bersertifikat dan telah teruji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

clear formSubmit